Selasa, 10 Februari 2009

Environment at Glance

Saat ini lingkungan hidup mulai sering dibicarakan baik pada forum informal maupun forum formal berkelas dunia. Bahkan di arisan ibu-ibu membicarakan lingkungan sudah mulai ngetrend. Apalagi kalau ada berbau bisnisnya. Ya....walupun mungkin unsur cinta lingkungannya nomor dua, tidak masalah, yang penting adalah bagaimana kepedulian terhadap lingkungan bisa menginspirasi seseorang untuk mendapatkan nialai tambah baik nilai ekonomis, nilai sosial dan nilai religinya. Jadi...sebenarnya orang yang peduli lingkungan itu mendapatkan keuntungan banyak ya? Namun sayangnya, belum semuanya paham dan tertarik ngurusi lingkungan hidup. Tak satupun manusia yang mau tertimpa bencana lingkungan, namun hanya sedikit manusia yang mau ngurusi masalah lingkungan. Sejatinya lingkungan itu bukan benda mati, bencana alam adalah salah satu buktinya. Bencana alam itu sebenarnya adalah respon atau umpan balik dari perlakuan kita terhadapnya. Walaupun secara alamiah, lingkungan mengalami perusakan oleh dirinya sendiri. Namun kerusakan itu masih dalam ambang batas kemampuannya untuk memulihkan kembali. Jangan salah lo, lingkungan itu punya irama, dia merupakan suatu sistem yang sangat dinamis dan responsif. Bencana alam adalah salah satu reaksi dari lingkungan ketika daya dukung (carrying capacity) nya dilampaui.......(Hmmmm, mengenai carrying capacity, nanti kita bahas lebih lanjut ya...) Saya yakin kalau manusia memahami lingkungan dengan benar tak akan ada seorang pun yang mau merusak lingkungan. Namun untuk membuat mereka paham mungkin diperlukan usaha ekstra. Ya ekstra uang, ekstra kesabaran, ekstra waktu, ekstra macem-macem lah... Menurut saya untuk menyampaikan masalah lingkungan sebaiknya tidak langsung merujuk pada bencana alam. Tapi seharusnya disampaikan dulu pemahaman dan prinsip dari lingkungan hidup. Mempelajari lingkungan hidup bukan hal yang membosankan, sumpah gak ada bedanya kok dengan ilmu lainnya. Justru menurut saya sangat menarik, karena banyak fenomena dan kebesaran Tuhan yang mungkin baru kita sadari saat kita belajar tentang lingkungan.... Pernahkan anda membayangkan, bagaimana "super jeniusnya" Tuhan mengatur proses fotosintesis yang menghasilkan sari pati bagi kehidupan di bumi ini. Itu kan sepertinya sangat sepele, dan dalam pelajaran biologi mungkin yang kita hafalkan adalah proses dan rumus-rumus kimia dari fotosintesis. Tapi pernahkah anda membayangkan bagaimana jadinya kehidupan di bumi ini apabila proses itu tidak pernah ada, seberapa pentingnya proses tersebut dalam siklus kehidupan dan bagaimana jadinya kalau pergantian siang dan malam tidak terjadi secara teratur, misalnya 48 jam terjadi malam, 32 jam siang hari (heheee....yang ini sih imajinasi saya lo)........................................ Malah kadang ketika kita berfikir sejauh ini, jangan-jangan kita di cap "orgil" ya? Tapi itu kan ilmiah to? Itu kan ilmu bukan "ngelmu", ya nggak?